“PULSA”
PULSA
merupakan kebutuhan pokok dizaman now.
Zaman
Now, dari Siswa PAUD (Pendidikan
Anak Usia Dini) hingga Para Milyader, tidak pernah meninggalkan alat
komunikasinya.
Alat
komunikasi yang paling sederhana saat ini adalah Handphone Pintar atau Smartphone.
Umumnya menyebut dengan Android.
Penggunaan
Android, tidak lepas dari kebutuhan pokok yang dinamakan PULSA.
PULSA pun
saat ini, mudah didapatkan.
Beda di
era masa lalu, mencari PULSA harus pergi ke Konter. Yang tempatnya jauh dari rumah tinggal
kita.
Tetapi,
di zaman now PULSA sudah bisa didapat di Warung
Kelontong sebelah rumah, bahkan tetanggapun sudah menyediakan kebutuhan PULSA oll operator. Bahkan
menyediakan pulsa atau token PLN dan kebutuhan lainnya.
Di
zaman now mencari PULSA sudah dimudahkan, terlepas dari harga yang ditawarkan.
Saya
memiliki 3 buah handphone.
Ø Handphone
biasa 1 buah untuk menaruh 2 nomor operator selular.
Ø Handphone
android sebanyak 2 buah untuk kebutuhan online (WhatsApp, Internet, Facebook,
Youtube, dll).
Kebutuhan
PULSA untuk Handphone (HP) biasa, setiap minggu masing-masing diisi PULSA
Rp.5.000 seharga Rp.7.000 x 2 = Rp.14.000.
Kebutuhan
PULSA untuk HP Android, setiap minggu masing-masing diisi PULSA
Rp.10.000 seharga Rp.12.000 x 2 = Rp.24.000.
Kebutuhan
PULSA untuk seluruh HP saya dalam seminggu, sebesar Rp.14.000 +
Rp.24.000 = Rp.38.000.
Kebutuhan
PULSA untuk seluruh HP saya dalam sebulan, sebesar Rp.38.000 x 4 =
Rp.152.000.
SEHARUSNYA,
kebutuhan PULSA untuk seluruh HP saya dalam sebulan, sebesar (2 x Rp.5.000 x 4)
+ (2 x Rp.10.000 x 4) = Rp.40.000 + Rp.80.000 = Rp.120.000 saja. Bukan
Rp.154.000.
Dengan
demikian, setiap bulan kita memberi keuntungan orang lain sebesar Rp.154.000 –
Rp.120.000 = Rp.34.000.
Dalam
setahun Rp.34.000 x 12 = Rp.408.000.
Bagaimana
agar kehilangan dana kita sebesar Rp.408.000 bisa menjadi penghasilan kita,
tetapi tidak merugikan orang lain ?
