Jumat, 01 Maret 2019

Pulsa


“PULSA”
PULSA merupakan kebutuhan pokok dizaman now.
Zaman Now, dari Siswa PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga Para Milyader, tidak pernah meninggalkan alat komunikasinya.
Alat komunikasi yang paling sederhana saat ini adalah Handphone Pintar atau Smartphone. Umumnya menyebut dengan Android.
Penggunaan Android, tidak lepas dari kebutuhan pokok yang dinamakan PULSA.
PULSA pun saat ini, mudah didapatkan.
Beda di era masa lalu, mencari PULSA harus pergi ke Konter. Yang tempatnya jauh dari rumah tinggal kita.
Tetapi, di zaman now PULSA sudah bisa didapat di Warung Kelontong sebelah rumah, bahkan tetanggapun sudah menyediakan kebutuhan PULSA oll operator. Bahkan menyediakan pulsa atau token PLN dan kebutuhan lainnya.
Di zaman now mencari PULSA sudah dimudahkan, terlepas dari harga yang ditawarkan.
Saya memiliki 3 buah handphone.
Ø Handphone biasa 1 buah untuk menaruh 2 nomor operator selular.
Ø Handphone android sebanyak 2 buah untuk kebutuhan online (WhatsApp, Internet, Facebook, Youtube, dll).
Kebutuhan PULSA untuk Handphone (HP) biasa, setiap minggu masing-masing diisi PULSA Rp.5.000 seharga Rp.7.000 x 2 = Rp.14.000.
Kebutuhan PULSA untuk HP Android, setiap minggu masing-masing diisi PULSA Rp.10.000 seharga Rp.12.000 x 2 = Rp.24.000.
Kebutuhan PULSA untuk seluruh HP saya dalam seminggu, sebesar Rp.14.000 + Rp.24.000 = Rp.38.000.
Kebutuhan PULSA untuk seluruh HP saya dalam sebulan, sebesar Rp.38.000 x 4 = Rp.152.000.
SEHARUSNYA, kebutuhan PULSA untuk seluruh HP saya dalam sebulan, sebesar (2 x Rp.5.000 x 4) + (2 x Rp.10.000 x 4) = Rp.40.000 + Rp.80.000 = Rp.120.000 saja. Bukan Rp.154.000.
Dengan demikian, setiap bulan kita memberi keuntungan orang lain sebesar Rp.154.000 – Rp.120.000 = Rp.34.000.
Dalam setahun Rp.34.000 x 12 = Rp.408.000.
Bagaimana agar kehilangan dana kita sebesar Rp.408.000 bisa menjadi penghasilan kita, tetapi tidak merugikan orang lain ?